Salam Redaksi; Memungut Replika Lusuh nan Rapuh

SHIMA Edisi XI

Alhamdulillahirabbil’alamin, pembaca yang selalu dirahmati oleh sang pencipta, puji dan terima kasih tiada mampu terucap tersuguh kehadirat Allah SWT yang tanpa sela mengucurkan spirit dan ketegaran kepada kami. Tiada bait yang bisa mewakili luapan syukur bahagia atas segala hidayah inspirasi yang menuntun kami menyelesaikan karya. Dengan rasa bangga, shalawat beserta salam senantiasa kami haturkan kepada pendobrak paradigma kehidupan, Nabi Muhammad SAW, sebagai motivator kami guna menyelesaikan keredaksian majalah SHIMA edisi XI Juni ini.
Ditengah pertarungan intelektual yang kian terkikis ini, kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyuguhkan karya yang sangat kental dengan dekapan peradaban yang senantiasa bermetamorfosa, ini menjadi sebuah tantangan besar bagi redaksi untuk peka dan respon dengan kegelisahan di tengah masyarakat Indonesia. 
Perjalanan keredaksian bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dijalankan, tantangan, hambatan, koreksi, evaluasi bahkan celaan sekalipun harus kami rangkum dan kemudian kami olah menjadi sebuah motivasi bagi masing-masing kru. Kami sadar banyak kekurangan dan cacat selalu menghiasi tiap edisi, tetapi redaksi Bursa mencoba selalu berbenah di setiap aspek.
Harapannya, majalah Shima mencoba menjadi pionir kematangan intelektual di tengah keresahan akademik yang harus kita sadari bersama bahwa hari ini, ke-intelektualan mahasiswa diragukan. Forum-forum ilmiah semakin gersang dari penggeliat intelektual itu sendiri, buku-buku tidak lagi menjadi menu santapan ilmiah, pertarungan argumentasi tidak lagi memeriahkan ruang kuliah dan kebijakan Kemendikbud tentang keharusan penulisan karya ilmiah di jurnal juga dianggap neraka bagi kebanyakan mahasiswa.
Ini tanggung jawab bersama, kami sebagai lembaga pers mahasiswa yang inten menyuguhkan media dengan seobyektif dan sekontruktif mungkin. Maka terima kasih tiada terhingga kepada rekan-rekan tim redaksi BURSA yang selalu bekerja keras untuk kesuksesan terbitan majalah ini, juga seluruh pihak yang telah mendukung keemasan karya ini.
Di akhir sapaan ini, redaksi berharap dengan hadirnya SHIMA menjadi embrio berpikir sekaligus penebar khazanah yang bermanfa’at bagi semua kalangan terutama pembaca. Semoga manfa’at fiddarain Amin. Selamat membaca !!
Redaksi
0 Komentar untuk "Salam Redaksi; Memungut Replika Lusuh nan Rapuh"

Back To Top