Minoritas Minat Mahasiswa Berorganisasi


Kata organisasi mempunyai pengertian bahwa organisasi  adalah suatu wadah atau  perkumpulan bagi sekelompok orang untuk bekerja sama, terkendali dan terpimpin untuk tujuan tertentu. Menurut Stoner organisasi adalah suatu pola hubungan tertentu antara orang-orang dibawah pengarahan atasan (pimpinan) untuk mengejar tujuan bersama. Sedangkan menurut James D. mooney, organisasi adalah suatu sistem aktifitas orang-orang yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bekerja sama.

Berbicara masalah organisasi yang biasa dilakukan oleh orang yang suka dengan organisasi memang sudah biasa akhir-akhir ini dan sudah lumrah dilakukan oleh para mahasiswa. Menurut sebagian mahasiswa yang suka berorganisasi mengatakan bahwa kegiatan organisani sangat positif, “saya mengikuti organisasi karna ingin berlatih berbicara didepan umum, dan saya juga merasa nyaman ketika berada didalam suatu organisasi karna ada teman-teman yang ramah terhadap saya” tutur Muasaun Ni’am mahasiswa yang ikut beroganisasi. Dalam suatu organisasi juga diajarkan bagaimana kita bisa mengasah potensi yang ada pada diri kita, “tujuan saya ikut berorganisasi adalah untuk mengembangkan potensi diri, mencari ilmu, mencari relasi, dan juga mencari teman untuk berbagi” ungkap M. sholikhin yang juga ikut dalam berorganisasi. Dalam organisasi, mahasiswa dituntut memberikan sesuatu dalam arti pengetahuan, wawasan, tenaga,dan fikiranya terhadap organisasi, bukan malah sebaliknya. Dan yang paling terpenting adalah bagaimana nantinya mahasiswa dapat menghidupi sebuah organisasi, bukan mencari keuntungan dalam organisasi.

Orang-orang yang terkumpul dalam organisasi sepakat untuk mencapai suatu tujuan dan kepentingan tertentu. Akan tetapi bagaimana dengan mahasiswa yang tidak suka atau acuh tak acuh terhadap organisasi?. Permasalahan seprti ini yang dihadapi oleh mahasiswa belakangan ini tetutama mahasiswa INISNU Jepara. Sebagian dari mereka menganggap bahwa organisasi ini tidak ada gunanya dan hanya membuang-buang waktu, bahkan ada juga yang tidak tahu seluk beluk dari suatu organisasi, “faktor males dan bosan yang menyebabkan saya tidak ikut organisasi, dan saya juga tidak tahu tentang seluk beluk dari suatu organisasi” Papar dari salah seorang mahasiswa yang tidak suka terhadap organisasi. Faktor seperti inilah yang mempengaruhi mahasiswa sehingga tidak suka dalam berorganisasi. Sebagian dari mahasiswa ada juga yang ingin mengikuti suatu organisasi tetapi terbentur dengan kesibukannya sendiri, seperti  pekerjaan. Dalam organisasi juga memakan waktu yang lebih sehingga  menghambat sebagian mahasiswa untuk ikut serta dalam berorganisasi.

Tanggapan mereka tentang organisasi disambut dengan positif meskipun tidak  mengikuti prosesorganisasi. Sebagian mereka menganggap bahwa kegiatan berorganisasi sangat baik untuk prospek kedepan karna didalam organisasi itu diajarkan bagaimana kita menyampaikan gaasan yang selama ini terpendam di otak yang sulit untuk di ungkapkan. “saya beranggapan bahwa kegiatan organisasi ini  baik untuk konsep pembelajaran, akan tetapi untuk konsep psikis organisasi ini membosankan karna lama kelamaan akan terasa jenuh juga.”

Menurut Presiden BEM Fakultas Syari’ah, memang minat dari mahasiswa terhadap pentingnya organisasi ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang dulu dengan yang sekarang. Kejenuhan dan kebosanan dalam berorganisasi sudah biasa, tergantung bagaimana mahasiswa melihat dan menyikapinya. Mahasiswa tidak suka dan merasa jenuh dalam organisasi bisa ditinjau dari berbagi paradigma. Jika ditinjau dari paradigma kritis yang menyebabkan sebagian mahasiswa tidak ikut adalah karna akibat dari kesalahan dari sistem suatu organisasi, jika ditinjau dari paradigma naif memang sebagian mahasiswa mempunyai kesibukan lain sehingga tidak mengikuti organisasi, dan apabila ditinjau dari paradigma religius yang mana mahasiswa tidak mengikuti organisasi adalah karna takdir.

Menyikapi problematika tersebut, dari pihak BEM sudah melakukan trobosan-trobosan untuk menjaga agar mahasiswa yang ikut kegiatan organisasi tetap konsisten terhadap organisasinya. Seperti mahasiswa yang sadar akan hukum, BEM Fakultas Syari’ah memfasilitasi kegiatan penyuluhan tentang hukum dan penelitian tentang ilmu hukum. Hal ini sebagai penampung bakat kemampuan yang dimiliki para mahasiswa khusunya dalam bidang hukum. Futsal, musik, dan lain-lain sudah dilakukan dan itu semua semata-mata untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengasah potensi yang ada pada dirinya. “jangan pernah merasa puas dengan apa yang sudah didapat, dan yang paling terpenting adalah keseriusan, kegigihan,dan berani.” Ujarnya kemarin.
Kiranya kesadaran akan sebuah organisasi sangat penting, yang pertama dapat mendewasakan diri dalam berfikir dengan cara menghargai pendapat orang lain. Dilihat dari aspek komunikasi sangat jelas bahwa dalam berorganisasi membutuhkan yang namanya komunikasi yang baik, baik dalam tataran partner ataupun pihak-pihak yang mempunyai kedudukan yang strategis. Dalam hal ini bukan semata organisasi sebagai wadah pijakan untuk meraih sebuah kepentingan, melainkan wadah belajar. 

Muhammad Iklil
Pimred buletin Surya Tahun 2013
Mahasiswa Syari'ah semester II
INISNU JEPARA
0 Komentar untuk "Minoritas Minat Mahasiswa Berorganisasi"

Back To Top