Meniti Harap, Meretas Alpha

Gardu Baca MAsyarakat (GBM) 'Himpukosda' ('Himpunan Pemuda Kosong Delapan), komunitas Unik, Komunitas keren
Gardu Baca MAsyarakat (GBM) 'Himpukosda' ('Himpunan Pemuda Kosong Delapan)
Kiranya judul diatas sangatlah tepat guna mewakili aktifitas atau lebih tepatnya serangkaian proses perjuangan sekelompok pemuda yang tinggal di sebuah desa yang jauh dari peradaban, tepatnya Desa Tanjung RT 08 RW 02 Kecamatan Pakis Aji Jepara. Setelah mengamati perkembangan dunia baca dan pengetahuan masyarakat setempat, Mereka akhirnya bergotong royong bahu-membahu untuk mendirikan sebuah gardu baca, dimana gardu tersebut nantinya dijadikan sebagai tempat bersosialisasi, membaca, belajar mengajar dan aktifitas lain yang positif.

“Sebelum ada kegiatan semacam ini, pemuda sini lebih banyak menghabiskan waktu istirahatnya dengan nongkrong-nongkrong yang tiada manfaat, akan tetapi, alhamdulillah setelah ada gardu baca ini cah nom-nom, anak-anak bahkan para orang tua mulai gemar baca-baca juga menempakan pendidikan agama disini, karena disini juga kita adakan pendidikan setingkat RA dan TPQ” kata Didik Purwanto, pelopor pendirian Gardu Baca.

Secara geografis, gardu baca haruslah bertempat strategis, biasanya terletak dipertigaan, perempatan atau ditempat-tempat tertentu dimana terdapat banyak orang hilir mudik. Akan tetapi jauh dari itu, gardu baca didirikan di Dukuh Sebawuk yang jauh dari keramaian bahkan hilir mudik orang banyak, dan warganyalah yang mendatangi lokasi. Tidak hanya warga setempat, warga RT/desa lain yang berkenan memanfaatkan gardu baca ini untuk hal-hal positif juga dipersilahkan.

Gardu baca masyarakat ini, selain tempat berkumpulnya pemuda/pemudi juga sebagai sarana pembelajaran, karena gardu baca masyarakat ini disediakan berbagai macam buku yang menunjang pengetahuan. Selain itu, anggota gardu baca masyarakat mempunyai tujuan untuk membangun sumber daya masyarakat khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan juga mengangakat lingkungan supaya menjadi lingkungan yang jauh dari kriminalitas dan selalu dalam keadaan yang kondusif serta mencerdaskan pemuda bangsa.

Salah satu bentuk usaha gardu baca ini salah satunya mengalihkan kegiatan pemuda desa yang identik dengan bersantai-santai, minum-minuman keras, menjadi pemuda yang produktif dalam berwacana. Selain itu menjadikan pemuda-pemudi desa lebih berpotensi dan bisa menjadi contoh yang baik bagi genersai selanjutnya, walaupun mereka berada di dalam desa. Harapan dengan adanya gardu baca ini pemuda-pemudi desa Tanjung menjadi pioner pemuda-pemudi desa lain pada umumnya.

Walaupun Gardu baca tersebut masih dapat dikatakan cukup muda akan tetapi dalam aktifitasnya bisa dikatakan salah satu potensi desa dalam bidang ilmu. Hal ini terlihat ketika gardu baca masyarakat mempunyai jam wajib berkumpul yaitu setiap Jum'at malam untuk meluangkan waktu membaca buku bersama. Selain itu, diskusi tentang pernikahan, keagamaan, hukum islam turut dihadirkan dalam forum tersebut dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya.

Gardu baca tidak luput peran dari para guru sekolah yang berada didesa Tanjung dan komunitas tetangga desa seperti, KaPeKa (Kelompok Pemuda Kreatif) Ujung Batu Jepara, Sanggar Seni dari desa Langon, Rumah Baca Kepok Bangsri Jepara dan masih banyak yang lainnya. Situsai ini membuat semangat tersendiri bagi organisasi Himpukosda (Himpunan Pemuda Kosong Delapan) walaupun hanya berkontribusi sebuah buku dan gambaran ranah gerak gardu baca kedepan. Bagi para guru lebih banyak berkonstribusi sebuah buku, oleh karenanya buku yang berada di gardu baca bermacam-macam diantaranya, buku bisnis, agama, peternakan, komik, serta hukum.

Dari awal pembuatan gardu baca sudah menghasilkan 30 anggota baik struktur maupun yang hanya aktif ikut berdiskusi. Saat ini dan seterusnya gardu baca tetap mengajak para pemuda dan pemudi desa Tanjung untuk ikut bergabung bersama gardu baca Himpukosda, demi mencerdaskan para penerus bangsa dari ranah bawah atau desa tanpa memalui pendidikan formal. Tanpa melalui bangku pendidikan, gardu baca tersebut secara tidak langsung ikut berkonstribusi sebuah perubahan bangsa yang lebih baik.

Selain kegiatan membaca dan berdiskusi gardu baca sudah banyak ikut berpartisipasi meramaikan dalam masyarakat. Mulai dari mengadakan agenda-agenda yang bersentuhan langsung kepada masyarakat. Harapan kedepan gardu baca Himpukosda lebih aktif dan produktif dalam mengambangkan pemuda-pemudi desa Tanjung. Harapan lain, gardu baca tersebut mendapatkan perhatian pemerintah setempat demi kelancaran visi misi gardu baca Himpukosda. S
0 Komentar untuk "Meniti Harap, Meretas Alpha"

Back To Top